Arrow
Arrow
Slider

 

 

 

Currency Rates

NEWS

  • Sesi I IHSG Lanjutkan Penguatan dan Parkir ke 6.092

    Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka rebound. Penguatan berlanjut hingga jeda siang.


    Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka rebound. Penguatan berlanjut hingga jeda siang.

    Nilai tukar dolar rupiah stagnan terhadap dolar AS. Dolar AS berada di ke level Rp 13.870. Kemarin, dolar sempat menembus Rp 13.863.

    Pada pra pembukaan IHSG naik 21,262 poin (0,35%) ke 6.090,975. Indeks LQ45 juga bertambah 5,363 poin (0,55%) ke 974,818.

    Membuka perdagangan, Kamis (7/6/2018), IHSG menguat 30,263 poin (0,50%) ke 6.099,976. Indeks LQ45 naik 6,407 poin (0,66%) ke 975,862.

    Pada pukul 09.05 JATS, IHSG bertambah 41,197 poin (0,68%) ke 6.110,910. Indeks LQ45 naik 7,405 poin (0,76%) ke 976,860.

    IHSG masih melanjutkan penguatan hingga jeda siang ini. IHSG naik 23,061 poin (0,38%) ke 6.092,774. Indeks LQ45 menguat 4,826 poin (0,50%) ke 974,281.

    Posisi tertinggi yang dicatatkan IHSG berada di 6.114,268 dan terendah di 6.077,856. Perdagangan saham terpantau moderat dengan frekuensi perdagangan saham 220.597 poin sebanyak 4,9 miliar lembar saham senilai Rp 3,9 triliun.

    Penguatan IHSG didukung naiknya 7 saham sektoral. Saham sektor pertanian naik palngtinggi mencapai 0,90%. Sebanyak 200 saham menguat, 137 saham melemah dan 120 saham stagnan.

    Sementara itu indeks utama bursa AS kompak ditutup dalam teritori positif pada perdagangan semalam. Indeks Dow Jones naik 1.40% ke level 25,146.39, S&P menguat 0.86% ke level 2,772.35, dan Nasdaq terangkat 0.67% ke level 7,689.24.

    Penguatan didukung oleh rebound nya saham di sektor keuangan seiring dengan fokusnya pelaku pasar pada rilisnya data ekonomi AS yang positif. Selain itu adanya pernyataan dari penasihat Gedung Putih terkait pertemuan Presiden Trump dan Presiden Francis dalam KTT G7 pekan ini nampaknya berhasil menenangkan kembali arah pergerakan indeks semalam.

    Bursa regional kompak bergerak menguat. Berikut pergerakan Bursa Asia siang ini:

    • Indeks saham Nikkei menguat 218,389 poin (0,97%) ke 22.844.439.
    • Indeks komposit Shanghai turun 5,260 poin (0,16%) ke 3.110,260.
    • Indeks Strait Times bertambah 4,900 poin (0,14%) ke 3.471,930.
    • Indeks Hang Seng bertambah 152,980 poin (0,49%) ke 31.415,711.

    Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Indo-Rama (INDR) naik Rp 550 ke Rp 6.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 68.775, United Tractors (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 35.725 dan Cahayasakti (CSIS) naik Rp 245 ke Rp 1.225.

    Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Sanuhasta (MINA) turun Rp 470 ke Rp 2.500, Indah Kiat (INKP) turun Rp 400 ke Rp 19.225, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 375 ke Rp 27.275 dan Siloam (SILO) turun Rp 250 ke Rp 6.050.

     

     . (detik.com)

     

     

     

    Written on Thursday, 07 June 2018 06:17
  • Inflasi Mei 0,21%, Sri Mulyani: Pemerintah dan BI Jaga Daya Beli

    Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai positif inflasi bulan Mei 2018 sebesar 0,21% sebagaimana dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini. Sri Mulyani menyampaikan inflasi rendah yang bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan ini merupakan bukti keberhasilan pemerintah menjaga kestabilan harga serta daya beli masyarakat.


    Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai positif inflasi bulan Mei 2018 sebesar 0,21% sebagaimana dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini. Sri Mulyani menyampaikan inflasi rendah yang bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan ini merupakan bukti keberhasilan pemerintah menjaga kestabilan harga serta daya beli masyarakat.

    "Ini adalah satu pencapaian, untuk total (angka inflasi) year on year juga masih 3,2%. Ini menunjukkan bahwa kita pemerintah bersama Bank Indonesia tetap menjaga agar daya beli masyarakat tak tergerus kenaikan harga," katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (4/6/2018).

    Angka inflasi Mei sekaligus Ramadan tahun ini disebutnya juga lebih rendah dibandingkan Ramadan tahun-tahun sebelumnya.

    "Inflasi tentu saja kita menyambut gembira dan memasuki bulan Ramadan dan mendekati Lebaran, inflasi hanya 0,21%. Kalau kita lihat tahun sebelumnya biasanya menjelang Lebaran bisa mencapai hampir 0,5%," sebutnya.

    Sri Mulyani berharap target inflasi di level 3,5% plus minus 1% tahun ini bisa tercapai. Untuk itu, diperlukan stabilitas ekonomi dalam negeri di tengah gejolak ekonomi dunia.

    "Kita akan terus jaga prestasi ini atau kondisi ini dengan baik sehingga keseluruhan per tahunnya sesuai asumsi APBN di 3,5% plus minus 1%. Berarti stabilitas jadi sangat penting terutama saat ekonomi dunia yang semakin menghadapi ketidakpastian," lanjutnya.

    Wanita yang pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menyoroti inflasi dari sisi gejolak nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang belakangan menguat terhadap rupiah. Penguatan dolar AS sempat tembus ke level Rp 14.200.

    "Kita juga lihat dengan adanya gejolak dolar itu juga berpotensi tingkatkan juga inflasi, namun stabilitas dari sisi harga pangan dan papan beri kepastian dan stabilitas yang baik," tambahnya. (ara/ara)

     

     . (detik.com)

     

     

     

    Written on Monday, 04 June 2018 08:17
  • Melantai di Bursa, Saham Anak Usaha Pertamina Ini Dibuka Anjlok

    Jakarta - Jumlah emiten yang tercatat di pasar modal kembali bertambah. Kali ini giliran PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk yang mencatatkan sahamnya di pasar modal.