Friday, 08 February 2019 08:30

ASII Valuation Research Featured

Written by
Rate this item
(0 votes)

                                                                                                                                                        equity-valuation-asii.1549614223227.pdf

 

ASII : STRONG BRAND AND INNOVATION

Disaat kondisi ketidakpastian di tahun 2018 dimana diselimuti oleh perang dagang antara AS dan China, tekanan rupiah terhadap dollar, di kuartal III/ 2018, PT. Astra International Tbk mencatatkan laba bersih hingga periode 30 September 2018 sebesar Rp. 17,07 triliun yang mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017 sebesar Rp.14.15 triliun. Selanjutnya kami memprediksi perusahaan akan membukukan net income sebesar Rp. 20.74 triliun pada akhir tahun 2018. Kondisi ekonomi global di tahun 2019 yang diperkiran melambat, dimana Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2019 sebesar 2.9% lebih rendah dari proyeksi tahun 2019 sebesar 3% hal ini dipengaruhi oleh perang dagang AS dan China, Brexit, perlambatan ekonomi China, kondisi ini tentunya akan menimbulkan kecemasan akan pertumbuhan produktivitas dan juga akan berdampak pada ekonomi nasional. Di tengah kondisi seperti ini, tentunya mendorong perusahaan untuk menjaga keberlangsungan perkembangan lini bisnis grup Astra dengan menghadirkan inovasi dalam produknya.

Roadmap Transformasi Industri 4.0. Di era industri 4.0, Pemerintah Indonesia telah membuat roadmap industri 4.0 dan menetapkan lima sector manufaktur yang akan diprioritaskan pengembangannya pada tahap awal agar menjadi percontohan dalam implementasi revolusi industri generasi keempat di Tanah Air. Lima sektor tersebut, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, serta kimia. Bertransformasinya perkembangan industri mendorong perusahaan industri manufaktur untuk berproses dalam dunia digital. Saat ini sektor manufaktur telah menyambut era revolusi industri 4.0. Transformasi industri tersebut tentunya mendorong perusahaan untuk efisien dan optimalkan proses produksi yang bertujuan untuk mencapai output dan kualitas yang optimal. Sejalan dengan roadmap industri 4.0 yang mendorong perusahaan untuk mempersiapkan dan mengembangkan teknologi di masa depan nanti.

Inovasi dan Brand Meningkatkan Nilai. Dengan pondasi lini bisnis, brand dan inovasi yang kuat dan kokoh yang dimiliki Perusahaan, tentunya akan memberikan nilai lebih bagi perusahaan. Di prediksi ASII pada tahun 2019 membukukan net revenue dan net income masing-masing sebesar Rp. 211,8 triliun dan Rp. 21.01 triliun. Kontribusi terbesar sumber pendapatan perusahaan masih dari otomotif sebesar 46.27%, Heavy equipment mining construction and energy memberikan kontribusi 31%, financial service 9.77%, agribusiness 8.50% dan lainnya 4.38%.

Indentifikasi dari Risiko Usaha. Dalam menjalankan usaha, perusahaan juga memperhatikan dan mengindentifikasi risiko-risiko terjadi dalam menjalankan usahanya. Hal ini mendorong perusahaan untuk mengindentifikasi dan melakukan mitigasi terhadap risiko yang kemungkinan terjadi dalam menjalankan operasional seperti; risiko keuangan, risiko pasar, nilai tukar, teknologi dan bencana alam.

Valuation ASII BUY TP 9.425. Berdasarkan proyeksi tahun 2019, diprediksi EPS sebesar Rp. 519 dan PE sebesar 18.18x, direkomendasikan Buy untuk ASII dengan target harga di tahun 2019 sebesar Rp. 9,425.

Read 54 times Last modified on Friday, 08 February 2019 08:31

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

© 2017 PT Pilarmas Investindo Sekuritas. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.